Tampilkan postingan dengan label to muse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label to muse. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

Contacting in Praying, Connected with GOD

Bersyukur memiliki teman yang luar biasa.
Mariana Marselina 15307086
Merry Sianipar 15307120
Yanita Hanastasia 15307012


Kenal dekat setelah di TL. I'm so grateful having them. :D
Pertemanan kami cukup simpel. Walau sudah sangat dekat, tapi jarang sekali jalan bareng ke luar kampus, kisaran perjalanan kami seringnya ya hanya di kampus saja.

Mariana Marselina
Si cerdas yang rendah hati :D

Merry Sianipar
Hard waver but wise ;p

Yanita Hanastasia
Miss perfeksionis merangkap good listener :)

Unik, ditambah saya yang kayaknya gabungan dari ketiganya (perasaan..) HAHAHAHA

Makin senang lagi, sejak tingkat empat ini, aku, Marsel, dan Merry mulai berkontak melalui doa.
Yeah, four grade is hard enough, man.

Mulai dari keribetan masing2 tugas akhir dari kami (yang berbeda-beda: air, tanah, dan udara), masalah romantisme yang menambah kegalauan (HAHAHAHA), dan hubungan pribadi dengan sesama (dan Tuhan juga) yang kadang ga lancar.
Rasanya sih, kalau cuma curhat curhatan ga akan menyelesaikan masalah.

We need a real action!

that is PRAYING



Menurut blog yang pernah saya baca, doa adalah manisfesto kehidupan. Setiap keluh kesah dan rasa bahagia ditumpahkan dalam doa.

"Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya"
(Yohanes 14:14)

Bener2 bersyukur, bisa saling menguatkan dalam doa, dan kita pun jadi tahu pergumulan masing2 dari kami. Bukan hanya sebagai sarana meminta pada Tuhan, kontak doa ini juga melatih saya untuk mendoakan orang lain juga. Karena sepertinya saya lebih sering mendoakan segala sesuatu yang berkaitan dengan saya, yeah, entah itu orangtua saya, studi saya, kehidupan saya, saya, saya, dan saya. Ga baik juga bagi kesehatan. Kesehatan rohani tentunya :P

Ke depannya, kita bertiga berharap bisa lebih memperluas jaringan kontak doa ini, yaa.. Mencakup angkatan TL 2007 mungkin. Wahh, rindu sekali.

Kalau iklan Yak*lt bertanya: "Sudahkah Anda minum Yak*lt hari ini?"
Kayaknya pertanyaan yang kalah menarik: "Sudahkah kita berdoa hari ini?"

God bless


Minggu, 03 April 2011

Bener Juga...

Dapet dari ввм seorang teman lama.. Menurut saya meaningful, pantas untuk dishare..

Cobalah ambil sedikit waktu untuk mengerti maknanya.

1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.

2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.

3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.

5. Teman lama adalah emas!
Teman baru adalah berlian!
Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.

6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir dr sgalanya!

7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.

8. Seorang buta bertanya pada seorang Pastor : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"

9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.

10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.

Kalau menurut saya, yang kena banget itu yang pertama dan terakhir. Kedua hal itu kayaknya yang paling sering dihadapi.

Kalo kamu?

Jika kamu menikmati dan merasa sudah diberkati, mohon mengirimkan juga ke orang lain.
Karena siapa tau akan mencerahkan hari seseorang juga..
"Berilah maka engkau akan menerima"
Jesus<3 us all..

Selasa, 15 Maret 2011

Strength from Him



Kata seorang teman saat saya patah arang:

"Kalau kau anak Tuhan, jangan minta kemudahan untuk menjalani kehidupanmu, tapi minta KEKUATAN untuk melewati kesusahan itu, maka kau akan terkagum dibuat-Nya."


Kalau dipikir bener juga. Dari dulu minta kelancaran teruss, buat semuanya. Padahal kadangkala kesulitan yang diberi jadi bikin belajar hal-hal baru. Hmmm, okelah kalau begitu, saatnya bangkit! Intinya tetap semangat, sukacita, dan bersyukur.

Sabtu, 12 Maret 2011

"Lord, we are grateful that even when we were sinners living far from You, You loved us and called out to us. Help us not to take this great love for granted or forget to share it with the world. We pray in Jesus’ name. Amen."

(Billy Graham)

Kamis, 10 Maret 2011

DAN KASIHMU - GIVING MY BEST

Besar kasih setiaMu

Agung dahsyat karyaMu

Takkan pernah kulupakan

Bahwa hidupku dicipta untukMu

Kudus suci namaMu Mulia dan dalam kasihMu

Takkan pernah kulupakan Bahwa hidupku dicipta untukMu

Reff:

Dan kasihMu melekat di batinku

Damai di jiwaku

Dan kuhidup hanya tuk menyembahMu,

Allah yang hidup

Rabu, 09 Maret 2011

KU TERPAKU - GIVING MY BEST

dalam rembulan dan cahya mentari

di gelap badai dan indahnya pelangi
dalam tangisan dan wajah berseri
kan kutemukan kasih terbesar bagi dunia ini

reff :
diam kuterpaku
dan ku takjub akan kasih-Mu
yang tergores indah
dalam anug'rah
hatiku milik-Mu

indah kuterkagum
dan kubawakan hidupku
kau membuat hatiku
menjadi baru
bahagia ku mengenal-Mu

bridge:
kuterpaku melihat-Mu
kuterkagum memandang-Mu

Sabtu, 27 Maret 2010

True Vine Produces Good Grapes

Masing-masing kita pasti pernah mengomsumsi anggur bukan? Bagaimana rasanya? Manis bukan? Rasa manis ini tentu karena pokok induknya yang memiliki gen menghasilkan anggur yang manis. Apabila kita pernah memperhatikan tukang kebun dalam merawat suatu tanaman, maka salah satu hal utama yang bisa kita lihat adalah memangkas tanaman tersebut disana sini. Tapi tidak sembarang memangkas tentunya. Setiap pangkasan yang dilakukan memiliki alasan tertentu.

Melalui renungan dari Yohanes 15:1-8, kita diingatkan kembali bahwa Yesuslah pokok anggur yang benar dan Allah adalah tukang kebunnya. Pokok anggur “yang benar” artinya pokok yang subur dan dapat menumbuhkan ranting-ranting yang berbuah. Peran Bapa disini menunjukkan bahwa baik pelayanan-Nya dan murid-murid-Nya sebagai cabang berada di bawah kendali Bapa yang berdaulat untuk memilih cabang mana yang dipotong dan mana yang dibiarkan tetap tinggal di dalam Putra-Nya (pokok anggur yang benar). Cara mendapatkan buah yang baik dari pohon adalah dengan melakukan pembersihan yaitu berupa pemotongan ranting-ranting yang melekat . Pembersihan ini ditujukan pada:

1. Ranting yang berbuah (yaitu dengan membersihkan dan memangkas daun-daun yang terlalu lebat)

2. Ranting yang tidak berbuah (karena akan mempengaruhi kualitas ranting lain)

Ranting yang berbuah dibersihkan dan mengalami pemangkasan agar berbuah lebat artinya segala sesuatu yang menghalangi kuasa Roh Kudus didalam kita harus dipotong. Pembersihan dan pemangkasan ini memang sakit tapi memiliki tujuan yang sangat indah. Sama halnya masalah dan pergumulan yang terjadi dalam hidup kita, mungkin terasa sakit. Namun melalui proses ini, kita makin “dibersihkan” oleh Dia. Apabila kita dapat melewati masa-masa ini, maka kita akan naik level dihadapan-Nya.

Ranting yang tidak berbuah sama halnya seperti parasit yang mengganggu. Oleh karena itu mereka harus dibersihkan dan dipangkas. Hal ini ditujukan pada orang yang terus melakukan kehendaknya sendiri dan tidak menghasilkan apa-apa, ia haruslah dibuang/ disingkirkan. Tangan Allah yang membersihkan dan menyingkirkan orang semacam itu. Dengan sendirinya seseorang yang tidak didalam Kristus, orang itu akan kehilangan karunia terbesar yaitu tinggal bersama Yesus selama-lamanya di Surga. Seorang yang diluar Kristus ia akan menerima konsekwensi kematian kekal yang disinggung dalam Yohanes 15:6 yaitu dicampakkan ke dalam api dan dibakar.

Kita sebagai ranting, hanya dapat hidup apabila kita melekat pada pokok yang benar. Kita sebagai ranting agar bisa menghasilkan buah yang lebat, kita harus memiliki hubungan yang baik dengan pokok kita. Hubungan yang baik ini akan terbina apabila kita mengetahui dan melakukan hal-hal yang Dia kehendaki yaitu melalui pembacaan firmannya dan juga melalui persekutuan-persekutuan. Dan biarlah kita senantiasa bersyukur buat segala proses pembersihan dan pemangkasan yang terjadi dalam hidup kita, karena walau terasa menyakitkan, proses tersebut membuat kita lebih dibentuk lagi serta menghasilkan hidup yang berkualitas dan memberkati. J

Perseverance


Banyak orang yang mengaitkan ketekunan pada kegiatan belajar serta kerja keras. Ya, sepertinya saya menyetujui hal tersebut. Keberhasilah seseorangmemperoleh sesuatu memang sangat ditentukan melalui proes pembelajaran diri dan kerja keras dilandasi ketekunan melakoninya. Karena ketekunan akan menempa dan memacu diri untuk berprestasi.

Dari kehidupan saya sendiri, saya merasa ketekunan ini memang penting dalam memperoleh suatu hal. Mungkin hal yang paling sering dialami adalah dalam proses belajar dalam perkuliahan maupun secara mandiri. Keduanya (kuliah dan mandiri) memiliki tantangan yang sangat menguji ketekunan. Seperti yang terjadi pada dua semester lalu, ketekunan belajar saya dengan adanya internet di kosan sendiri. Ditambah lagi zaman facebook sedang booming-boomingnya. Jadilah hampir setiap waktu luang saya, saya gunakan untuk berinternetria, sementara rencana belajar yang sudah saya janjikan pada diri sendiri terlupakan. Hingga pada akhirnya telah larut malam, saya pun mengantuk dan tidak jadi belajar. Hal ini berjalan hingga beberapa bulan, padahal sebelum-sebelumnya saya selalu menyempatkan diri untuk belajar setiap harinya. Sebenarnya gangguan tersebut tidak mutlak dari internet itu saja, tetapi lebih dari diri saya yang mencobai diri sendiri, maksudnya seperti ini, sering kali begitu melihat laptop, saya berkata pada diri sendiri, “Ya udahlah, refreshing ngenet sebentar saja tidak masalah, sepertinya 30 menit cukup.” Namun pada akhirnya, 30 menit ini berubah menjadi berjam jam :P. Yang paling parah adalah ketika sedang belajar buat UTS saya belajar dengan internet di depan mata. Seperti yang bisa diduga, saya jadi lebih sering klik sana sini daripada memasukkan materi UTS ke otak.

Selain internet, hal-hal yang kurang jadi prioritas juga mengganggu ketekunan dalam belajar. Seperti misalnya, membereskan pakaian di lemari atau membereskan kamar yang sebenarnya ingin dilakukan sebentar malah menjadi berjam-jam lamanya bisa juga berupa ajakan teman untuk pergi ke suatu tempat. Selain itu, adanya masalah yang sedang terjadi dalam kehidupan juga membuat kefokusan dan ketekunan akan sesuatu menjadi rusak. Terlebih saya orang yang kurang bisa membagi pikiran secara sekaligus. Sehingga akan sulit bertekun belajar sementara perasaan hati dan pikiran sedang tidak enak.

Hingga pada akhirnya setelah zaman UTS, saya memutuskan bertobat (terdengar ekstrem memang). Karena hasil dari UTS yang diperoleh sungguh mengecewakan. Saya sih memandangnya sebagai bentuk peneguran oleh Tuhan, oleh karena itu saya mau berubah. Mulai saat itu saya belajar konsisen dengan apa yang telah saya tetapkan dari awal (seperti: rencana belajar pada diri sendiri) dan tidak coba-coba mencobai diri (yang biasanya berujung masuknya saya pada pencobaan yang saya buat tersebut :P). Sehingga saya mulai dapat menepis keinnginan untuk internet berlama-lama di hari-hari kuliah, juga mulai memilah-milah ajakan teman. Pokoknya pada saat itu hanya satu yang saya inginkan yaitu perbaikan nilai-nilai UTS yang buruk. Hasil yang saya peroleh dari ketekunan itu yaaa lumayanlah, walau IP turun, tapi saya sempat memperbaiki semuanya. Saya juga belajar kekuatan ketekunan yang sangat luat biasa itu. Ketekunan memang merupakan sebuah proses. Dalam hal ini, seseorang memproses dirinya sendiri, dengan cara melatih serta menempa dirinya untuk menjalani suatu rutinitas tertentu secara berkesinambungan. Atau dengan kata lainnya adalah konsisten dalam melakukan suatu hal. Saya juga jadi mengerti bahwa seseorang yang berusaha menggapai sesuatu dengan ketekunan berarti seseorang itu tahu dan menyadari kalau keberhasilah hanya bisa dicapai dengan suatu proses dan pembelajaran ekstra.

Seperti ada tertulis dalam Ibrani 10:36

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”